Langsung ke konten utama

OTW Negeri Durian (Part 1)

Assalamu'alaikum Wr. Wb


Alhamdulilah lama sudah tak kembali ngeblog. Kali ini dalam tulisan saya ingin berbagi cerita berkunjung ke kampung halaman istri di Riam Piyang, Kapuas Hulu bersama anak untuk pertama kalinya.
Loh kok pertama kali ya ? Ya iya dong karena 2 tahun lalu setelah kami menikah, kami belum sempat berkunjung kembali ke Riam Piyang lantaran kesibukan istri yang tak bisa meninggalkan dinas. Karena sekarang istri sudah berhenti kerja dan kebetulan saya juga ada waktu libur kampus selama 2 minggu jadi ini momen yang pas buat pulkam.
Sebelum memulai bercerita tentang perjalanan di kampung halaman, saya ingin bercerita sedikit tentang bagaimana sebaiknya yang dilakukan jika kita pergi menggunakan bus Damri.
Untuk sekarang, tiket bus Damri dapat dipesan di aplikasi Smartphone. Namun, jika kalian ndak familiar menggunakan aplikasi pemesanan bisa secara manual yaitu melalui Whatsapp di nomor 081254206001 untuk armada Damri di Pontianak.

Ada 2 tempat penjemputan yang direkomendasikan oleh pihak Damri yaitu di Jalan Pahlawan dan Terminal Internasional di Ambawang.

Nah jika kamu berangkat dengan barang bawaan yang banyak, saya sarankan untuk memilih tempat penjemputan di Terminal Internasional Ambawang. Mengapa ? karena di terminal Damri Jalan Pahlawan hanya sebagai transit. Jadi kalau kamu singgah di terminal Damri di Pahlawan, nantinya kamu akan dipindah lagi ke terminal Ambawang baru di sana kamu akan berangkat menggunakan bus disesuaikan dengan nomor tiket yang sudah dibeli.

Nah, pengalaman saya pertama pulang kampung ke Kapuas Hulu menggunakan Damri, saya salah memilih lokasi penjemputan. Seharusnya saya memilih penjemputan di Terminal Ambawang lantaran barang bawaan cukup banyak. Alhasil salah memilih tempat penjemputan, saya harus transit dan berpindah bus ketika tiba di terminal Ambawang. Sesampainya di terminal Ambawang ada sedikit cekcok dengan petugas Damri lantaran petugas salah memberikan nomor pada 2 bus yang harus berangkat bersamaan. Istri saya pun sempat ngomel juga ke petugas Damri karena kami dibuat harus berpindah barang-barang padahal bus yang kami gunakan sudah betul. Berhubung sudah siang dan cuaca juga semakin panas, kamipun diletakkan pada bus yang salah nomornya. Buat kami sih ya ndak masalah nomornya tidak sesuai deh yang penting tujuan sampainya sama aja. Alhamdulilah sekitar 10 menit cekcok dengan petugas, kamipun akhirnya berangkat.


Selfie dulu sambil nunggu istri selesai ngomelin petugas Damri 😂

Perjalanan untuk tiba di kampung halaman membutuhkan waktu sekitar 18 jam. Jadi kalau berangkat dari Pontianak pukul 10 pagi maka diperkirakan tiba pada pukul 1 atau 2 malam. Yah lumayan jauh juga perjalanan. Tapi syukurnya di dalam Damri sudah tersedia AC dan juga stop kontak buat ngecas Hp. Jadi selama perjalanan kalau bosan bisa buka lagu ndak khawatir Hp habis baterai deh. 


Si Aliya lagi haus

Menurutku tidak seperti di daerah Jawa, perjalanan Pontianak menuju kampung halaman di Riam Piyang cenderung membosankan. Ya membosankan karena sekitar jalan kita hanya bisa melihat hutan dan pohon-pohon yang bikin kepala pusing. Pengalaman saya ketika pergi ke luar kota kalau di daerah Jawa kita masih bisa melihat pemandangan kota yang berbeda serta sesekali melihat pegunungan dan hamparan pematang sawah.

Saat perjalanan, anak sulung saya si Aliya tidak terlalu rewel seperti di rumah. Jadi ya lumayan bisa menikmati perjalanan. Selain itu istri yang biasanya mabuk perjalanan juga tumben tidak mual muntah padahal dia juga lagi hamil 6 bulan. Hehe.

Singkat cerita, setelah 18 jam menempuh perjalanan disertai rintik-rintik hujan tengah malam, kamipun tiba pada pukul 01.30. Setibanya di rumah Riam Piyang, kami juga disambut keluarga dan mertua.

Sampai di rumah, yang saya lakukan adalah segera tidur. Maklum ngantuk berat cuy karena ga bisa tidur sepanjang perjalanan. Lantaran jalan yang cukup banyak tikungan buat was-was gak bisa tenang. Untungnya supir bus Damri yang membawa kami tidak membawa kendaraan secara ugal-ugalan. Jadi kami bisa sampai dengan selamat.Tetapi meskipun demikian, saya pribadi punya phobia dengan kondisi tersebut.

Bersambung ke Part 2.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Database Pasien Menggunakan Microsoft Access (Part 8)

Subtopik : Membuat Form menjadi Tampilan Pop Up Pontianak – Assalamu’alaykum Wr. Wb Form pada Micrsosoft Access yang sudah kita buat sebelumnya memiliki tampilan dasar yang klasik. Untuk membuatnya lebih menarik dan mudah digunakan, kita harus membuatnya menjadi tampilan Pop Up. Adapun langkah pembuatannya sebagai berikut : 1.Buka kembali file Access yang sudah dibuat sebelumnya. 2.Buka form yang sudah dibuat 3.Desain form, pilih View à Design View
4.Pilih Property Sheet à Selection Type : Form à Tab Other à Pop Up (Yes), Modal (Yes).
5.Pilih Tab Format à Record Selector (No), Navigation Button (No), Control Box (No), Movable (No)
.Buat tombol tutup Aplikasi terlebih dahulu, Design --> Button --> Form Operation --> Close Form --> Next --> Beri nama tombol "Tutup" --> Finish.

Pemahaman Dasar Anatomi Fisiologi Manusia

Assalamu'alaykum Terlampir video E-learning tentang pemahaman dasar anatomi fisiologi manusia. Poin-poin yang harus dipahami dalam materi ini adalah :


Definisi anatomi & fisiologi Subbagian cabang ilmu anatomi & fisiologi Proses fisiologi dan homeostatis Sel, organel dan fungsinya Mekanisme feedback positif dan negatif

Membuat Database Pasien Menggunakan Microsoft Access (Part 9)

Subtopik : Membuat Laporan yang Dapat di Print dalam Format PDF / Excel Pontianak – Assalamu’alaykum Wr. Wb Untuk membuat laporan yang bisa dicetak, pada dasarnya teknik yang digunakan sama dengan yang sudah kita pelajari yaitu hanya menambahkan button untuk print. Namun, versi print yang dibutuhkan biasanya berbeda-beda di lapangan sesuai kebutuhan. Untuk membuat hasil laporan dalam versi PDF, maka Anda perlu menambahkan tambahan installan aplikasi Foxit Reader untuk bisa menjalankannya. Lebih detil, dibahas dalam penjelasan berikut : 1.Buka form yang sudah dibuat 2.Desain form, pilih View à Design View 3.Install dahhulu aplikasi Foxit Reader di laptop, klik di sini untuk mendapatkan installan

4.Pilih button à letakkan ke canvas à Next à Pilih laporan yang akan dihubungkan dengan button à Beri nama Button à Finish.