Langsung ke konten utama

Agenda Silahturahim Ke Berbagai SMA di Kabupaten Sanggau dan Sekadau (Part 1)

Assalamu'alaykum Wr. Wb - Terhitung hari ini hingga Jum'at hingga 18 Oktober 2019, saya bersama Pak M. Hudaya mendapatkan kesempatan untuk bersilahturahim ke berbagai SMA di Kota Sanggau dan Sekadau. 


Adapun tujuan kegiatan kami berdua adalah untuk mendakwahkan syiar-syiar ke'Aisyiyahan alias mengajak siswa siswi SMA melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Politeknik 'Aisyiyah Pontianak lewat sosialisasi program studi. 

Kunjungan SMA Tayan Hilir

Perjalanan kami dimulai pada pukul 07.00 WIB. Alhamdulilah cuaca sangat bersahabat, arus lalu lintas  sedikit sepi dan jalan aspal ke Sanggau sudah lebih mulus dibandingkan waktu pertama saya kuliah tahun 2009. Pada waktu itu jalan untuk menuju ke sanggau bisa ditempuh hingga 10 jam karena kondisi jalan yang masih rusak parah dan berlumpur disepanjang daerah Tayan. Namun sekarang alhamdulilah jika kita ke Sanggau menggunakan motor bisa ditempuh hanya dalam waktu 4 jam an. 

Sekolah yang pertama kami datangi adalah SMA Toba yang berjarak sekitar 1 jam dari persimpangan Tayan menuju Sanggau. Di SMA ini, kami sempat bertemu dengan kepala sekolah tetapi kita belum mendapatkan kesempatan untuk bersosialisasi dengan anak-anak alasannya karena siswa siswi sedang mengikuti ujian Mid Semester. Karena tidak mendapatkan kesempatan, akhirnya kami hanya menitipkan beberapa selebaran sakti kepada kepala sekolah agar informasi yang ingin kami sampaikan bisa diteruskan kepada siswa siswi di SMA Toba. Usai menitipkan selebaran tadi, kamipun melanjutkan perjalanan menuju SMA terdekat lainnya. 

Ketika kami sampai di beberapa SMA di daerah Tayan dan Balai ternyata kami menemukan kasus serupa yaitu kami belum mendapatkan kesempatan untuk bersosialisasi karena siswa siswi sedang mengikuti ujian mid. Adapun di SMAN 1 Tayan Hulu kami telat tiba di lokasi karena murid kelas 12 sudah pada pulang. Keterlambatan kami tiba di lokasi dikarenakan perjalanan yang jauh kami tempuh ketika menuju ke SMA Toba, ditambah saat menuju ke sana ada iring-iringan truk yang bergerak lamban sehingga memperlambat laju mobil kami ke Toba. 

"Bapak yang tadi ada nelpon pas mau ke sini ya, kenapa telat datangnya Pak ? Murid kelas 12 sudah pada pulang", tanya kepala sekolah kepada kami. Yah mau dikate ape lagi lah pak, nasi sudah menjadi lemper Hehe..Belum rejeki ya berarti. "Tidak apa Pak, lain kali kalau ada kesempatan kita berkunjung lagi ke sini, " jawab kami kepada kepala sekolah. 

Namun di SMAN 1 Tayan Hulu, jika di SMA sebelumnya kami tidak diizinkan menempelkan sendiri poster yang dibawa, di sini kami diberikan kesempatan oleh Kepala Sekolah untuk menempel sendiri poster sosialisasi. Di sini ada kejadian lucu yang bikin kami tertawa. Jadi ceritanya kami lagi nempel poster di papan mading. Tiba-tiba dari ruangan guru ada Bapak bapak nyoba baca nama Polita dalam selebaran yang kami berikan. Dari suaranya Bapak itu sepertinya orang non muslim dan mencoba menyebut nama Aisyiah dengan keras dan berulang-ulang. "Politeknik Ai ! Politeknik Ai ! Politeknik Ai ! Ah susah ndak jadi lah !," sahut Bapak yang tidak diketahui namanya itu dari dalam ruangan. Kejadian lucu ini jelas bikin kami tak berhenti tertawa saat keluar ruangan karena kalau kalian mendengarin langsung dengan logatnya pasti juga akan geli sendiri mendengarnya.. Haha. 
Oke, usai menempel poster di mading, kami lalu meneruskan perjalanan ke tujuan SMA berikutnya. 

Ini adalah cara menempel poster sambil tahan tawa 😂

Nah, tiba di SMA 3 PGRI alhamdulilah kami diberikan waktu kepada kepala sekolah untuk mensosialisasikan program. Waktu yang diberikan ke kami yaitu 10 menit, alhamdulilah. 


Tanpa banyak cerita lagi, kami pun segera menuju kelas dan bercerita kepada siswa siswi di sana. Ada sekitar 12 siswa dalam kelas yang mengikuti. Sebelum memulai, kami membagikan selebaran sakti yang kami bawa kepada siswa siswi. Awalnya niat kami ingin mempresentasikan program menggunakan slide, tetapi karena kondisi dalam kelas tidak ada stop kontak akhirnya kami hanya mempresentasikan menggunakan poster. Dalam presentasi di SMA PGRI, saya diberi kesempatan oleh bapak senior M. Hudaya untuk berbicara di depan kelas hehe.. 

Suasana presentasi dalam kelas

Seperti biasa, saya mencoba menyapa semua siswa dalam kelas. 
"Assalamu'alaykum Wr. Wb ! Selamat siang !!," sapa saya kepada siswa. Semua menjawab dengan semangat dan kembali saya bertanya ,"Apa kabar nya hari ini ?" 
"Luar biasa !!!!", jawab anak-anak penuh semangat. 

Di awal presentasi saya coba perkenalkan profil singkat Politeknik 'Aisyiyah Pontianak dan sejarah berdirinya. Selanjutnya saya coba gali kebutuhan siswa dengan menanyakan apa rencana mereka setelah selesai sekolah. Dari pertanyaan yang saya lemparkan, mereka semua menjawab mau kuliah lagi. Oke good, awal yang baik untuk mengkaji planning mereka selanjutnya. 
Kemudian kembali saya berbicara tentang peluang karir dan impian mereka. Dalam time ini, saya bercerita tentang peluang menjadi bidan yang masih sangat potensial di daerah, terutama untuk daerah Tayan. Kebutuhan tenaga kesehatan masih sangat tinggi karena stok SDM di bidang kesehatan masih minim. Sementara, demand di masyarakat tinggi. Oleh karena itu menjadi bidan adalah profesi yang cocok bagi para siswi yang mau melanjutkan pendidikannya. Menjadi bidan tentunya  berkesempatan dapat membuka praktik mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan pribadi jika kita berbicara finansial. Namun, jika kita berbicara moral maka menolong persalinan kepada ibu-ibu yang membutuhkan akan menjadi ladang amal untuk bidan itu sendiri. Nah, berbicara prodi analis kesehatan peluang yang saya sampaikan kepada siswa siswi adalah prospek kerja yang besar di laboratorium klinik dan juga perusahaan. 

Sedangkan untuk program studi Teknologi Informasi, tentunya mereka sangat antusias ketika membicarakan peluang kerja menjadi programmer dalam perusahaan pembuat aplikasi dan game. 

Selfie dulu biar greget

Selain prospek kerja, hal lain yang disampaikan kepada murid adalah kualifikasi tenaga pengajar yang sangat kompeten di bidangnya masing-masing serta poin lain yang tidak bisa dijelaskan satu per satu. 

Akhir presentasi kami menutup dengan sedikit motivasi dan membuka pikiran mereka bahwa melanjutkan pendidikan tinggi di Politeknik 'Aisyiyah adalah pilihan tepat buat mereka yang punya impian besar untuk masa depannya. 

Usai mengakhiri presentasi di SMA 3 PGRI Tayan Hulu, kamipun pulang ke rumah masing-masing di Sanggau dan persiapan untuk hari berikutnya. 

Tunggu cerita kami selanjutnya ya. 
Demikian. 

Wassalam 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Database Pasien Menggunakan Microsoft Access (Part 8)

Subtopik : Membuat Form menjadi Tampilan Pop Up Pontianak – Assalamu’alaykum Wr. Wb Form pada Micrsosoft Access yang sudah kita buat sebelumnya memiliki tampilan dasar yang klasik. Untuk membuatnya lebih menarik dan mudah digunakan, kita harus membuatnya menjadi tampilan Pop Up. Adapun langkah pembuatannya sebagai berikut : 1.Buka kembali file Access yang sudah dibuat sebelumnya. 2.Buka form yang sudah dibuat 3.Desain form, pilih View à Design View
4.Pilih Property Sheet à Selection Type : Form à Tab Other à Pop Up (Yes), Modal (Yes).
5.Pilih Tab Format à Record Selector (No), Navigation Button (No), Control Box (No), Movable (No)
.Buat tombol tutup Aplikasi terlebih dahulu, Design --> Button --> Form Operation --> Close Form --> Next --> Beri nama tombol "Tutup" --> Finish.

Memahami Anatomi Fisiologi Sel Darah Merah

Assalamu'alaykum Wr. Wb - Terlampir materi E-learning mengenai sel darah merah. Point penting yang harus dikuasai dalam video berikut :

Anatomi sel darah merah Fisiologi pembentukan sel darah merah Penyakit yang berhubungan dengan sel darah merah 

Membuat Database Pasien Menggunakan Microsoft Access (Part 9)

Subtopik : Membuat Laporan yang Dapat di Print dalam Format PDF / Excel Pontianak – Assalamu’alaykum Wr. Wb Untuk membuat laporan yang bisa dicetak, pada dasarnya teknik yang digunakan sama dengan yang sudah kita pelajari yaitu hanya menambahkan button untuk print. Namun, versi print yang dibutuhkan biasanya berbeda-beda di lapangan sesuai kebutuhan. Untuk membuat hasil laporan dalam versi PDF, maka Anda perlu menambahkan tambahan installan aplikasi Foxit Reader untuk bisa menjalankannya. Lebih detil, dibahas dalam penjelasan berikut : 1.Buka form yang sudah dibuat 2.Desain form, pilih View à Design View 3.Install dahhulu aplikasi Foxit Reader di laptop, klik di sini untuk mendapatkan installan

4.Pilih button à letakkan ke canvas à Next à Pilih laporan yang akan dihubungkan dengan button à Beri nama Button à Finish.